Research MethodMetode Penelitian

Definisi Penelitian:

•Suatu usaha untuk mengumpulkan, mencatat dan menganalisa sesuatu masalah.
•Suatu penyelidikan secara sistematis, atau dengan giat dan berdasarkan ilmu pengetahuan mengenai sifat-sifat dari kejadian atau keadaan-keadaan dengan maksud untuk menetapkan faktor-faktor pokok atau menemukan paham-paham baru dalam mengembangkan metode-metode baru.
•Penyelidikan dari suatu bidang ilmu pengetahuan yang dijalankan untuk memperoleh fakta-fakta atau prinsip-prinsip dengan sabar, hati-hati serta sistematis.
•Usaha untuk menemukan, mengembangkan dan menguji kebenaran suatu pengetahuan yang dilakukan dengan menggunakan metode-metode ilmiah.
•Pemikiran yang sistematis mengenai berbagai jenis masalah yang pemecahannya memerlukan pengumpulan dan penafsiran fakta-fakta.
•Dari kelima definisi di atas dapat disimpulkan sebagai berikut:
Merupakan usaha untuk memperoleh fakta-fakta atau mengembangkan prinsip-prinsip (menemukan/mengembangkan/menguji kebenaran).
–Dengan cara/kegiatan mengumpulkan, mencatat dan menganalisa data (informasi/keterangan)
–Dikerjakan dengan sabar, hati-hati, sistematis dan berdasarkan ilmu pengetahuan dengan metode ilmiah.
Tugas-tugas Ilmu Pengetahuan dan Penelitian

•Menyandra (deskripsi)
–Menggambarkan secara jelas dan cermat, hal-hal yang dipersoalkan.
–contoh : terjadi kecelakaan di jalan Juanda.
Menerangkan (Eksplanasi)
–Menerangkan secara detil kondisi-kondisi yang mendasari terjadinya peristiwa.
–contoh : kecelakaan itu disebabkan:
•Melibatkan dua buah bis yang sarat penumpang
•Keduanya sama-sama kencang
•Jalanan licin sehabis hujan.
Menyusun teori
–Mencari dan merumuskan hukum-hukum, tata hubungan antara peristiwa yang satu dengan yang lain.
–contoh :
•bila kendaraan dijalankan kencang terlebih di jalan licin maka akan terjadi kecelakaan.
•Bila kecelakaan melibatkan kendaraan yang penuh penumpang, maka akan banyak korban.
•Ramalan (Prediksi)
–Membuat prediksi (ramalan), estimasi (taksiran) dan proyeksi mengenai peristiwa yang bakal muncul bila keadaan didiamkan.
–contoh :
•Bila didiamkan semakin banyak terjadi kecelakaan
•Tempat itu dianggap rawan (dikeramatkan)
Pengendalian (Kontrol)
–Melakukan tindakan-tindakan guna mengatasi keadaan atau gejala yang bakal muncul
–contoh:
•Memasang rambu lalu lintas
•Membuat/memasang lampu penerangan
Pendekatan Ilmiah dan Non-Ilmiah
•Pendekatan Ilmiah
–Dituntut untuk dilakukan cara-cara atau langkah-langkah tertentu dengan tata urutan tertentu sehingga tercapai pengetahuan yang benar atau logis.
–Syarat mutlak untuk timbulnya ilmu.
•Untuk dapat berfikir ilmiah, lalui 3 tahap:
1.Skeptik = upaya untuk selalu menanyakan bukti atau fakta-fakta terhadap setiap pertanyaan.
2.Analitik = kegiatan untuk selalu menimbang-nimbang setiap permasalahan yang dihadapinya, mana yang relevan, mana yang menjadi masalah utama dan sbb.
3.Kritik = berupaya untuk mengembangkan kemampuan menimbangnya selalu objektif. Dituntut agar data dan pola pikirnya selalu logis.

Pendekatan ilmiah akan menghasilkan kesimpulan yang serupa bagi hampir setiap orang, karena pendekatan tersebut tidak diwarnai oleh keyakinan pribadi, bias, dan perasaan. Cara penyimpulannya bukan subjektif, melainkan objektif.

•Pendekatan non-Ilmiah
–Pendekatan non-ilmiah juga sering dilakukan manusia untuk mencari kebenaran
–Cara pendekatan ini:
•Akal sehat (Common sense)
–Serangkaian konsep dan bagan konsep untuk penggunaan secara praktis dalam memecahkan suatu masalah.
–Sering digunakan orang awam dalam mepersoalkan suatu hal. Walau akal sehat ini sering benar tetapi dapat pula menyesatkan.
–Prasangka
•Pengetahuan secara akal sehat diwarnai oleh kepentingan orang yang melakukannya. Hal ini menyebabkan akal sehat beralih menjadi prasangka.
•contoh
–Orang sering melihat hubungan antara dua hal sebagai hubungan sebab akibat yang langsung dan sederhana, padahal sesungguhnya gejala yang diamati itu merupakan akibat dari berbagai hal. Dengan akal sehat orang cendrung ke arah pembuatan generalisasi yang terlalu luas, yang lalu menjadi prasangka.
–Otoritas ilmiah dan kewibawaan
•Otoritas ilmiah : orang-orang yang biasanya berpendidikan tinggi dan dianggap mempunyai keahlian di bidang ilmu tertentu.
•Otoritas kewibawaan: orang-orang yang dipilih atau dianggap sebagai pemimpin masyarakat, sebab orang-orang ini mempunyai karisma.
•Pendapat dari orang atau lembaga ilmiah sering dipegang kebenarannya dianggap mutlak, tanpa dinalar/dikaji terlebih dahulu.
–Penemuan kebetulan dan coba-coba
•Tindakan untung-untungan, tetapi sering menghasilkan manfaat.
•Contoh:
–Perilaku penemunya pada Hukum Archimedes
–Hukum Newton
–Penemuan kina sebagai obat malaria.
•Penemuan coba-coba diperoleh tanpa kepastian akan diperolehnya suatu kondisi tertentu atau pemecahan masalah.
–Pendekatan intuitif (dorongan hati)
•Melalui proses yang cepat tanpa disadari atau terpikir lebih dahulu.
•Begitu terlintas dipikiran, langsung dilaksanakan, tanpa direnungkan terlebih dahulu manfaatnya.
•Sering disebut sebagai metode apriori.
Ciri-ciri Kegiatan Penelitian
•Dirancang dan diarahkan untuk memecahkan masalah à berupa jawaban masalah, atau menentukan hubungan antara variabel-variabel penelitian.
•Menekankan pada pengembangan generalisasi, prinsip-prinsip dan teori-teori.
•Berpangkal pada masalah/objek yang dapat diobservasi.
•Memerlukan observasi dan deskripsi yang mapan.
•Berkepentingan dengan penemuan baru.
•Prosedur kegiatan penelitian dirancang secara teliti dan rasional.
•Menuntut keahlian.
•Ditandai dengan usaha objektif dan logis
•Dilakukan secara cermat, teliti dan sabar, memerlukan kebenaran : sebab penelitian kadang kala berlawanan dengan norma tata aturan yang berlaku dalam suatu masyarakat dalam periode tertentu.
Kegiatan penelitian memiliki nilai-nilai
•Netralitas emosional
–Peneliti sadar dan bersikap tegas terhadap gejala-gejala yang dipelajari.
–Peneliti mengingat tujuan yang akan dicapai (bebas dari suka/tak suka, pro/kontra,pribadi/kelompok)
–Mengamati gejala sebagaimana adanya.
•Keterbukaan
–Proses, hasil, kesimpulan, dilaporkan secara terbuka.
•Ketegakan sendiri
–Ketegakan sendiri dari kesimpulan ilmiah tidak perlu bersembunyi di balik otoritas, kemasyhuran seseorang atau pendapat mayoritas
Guna Hasil Penelitian
•Dijadikan peta yang menggambarkan keadaan sesuatu objek yang sekaligus melukiskan tentang kemampuan sumberdaya, kemungkinan-kemungkinan yang ditemukan di dalam melaksanakan sesuatu.
•Dijadikan sarana diagnosis dalam mencari sebab musabab kegagalan, sehingga dapat dengan mudah dicari upaya untuk menanggulanginya.
•Dijadikan sarana menyusun kebijaksanaan atau policy dalam menyusun strategi pengembangan selanjutnya.
•Melukiskan tentang kemampuan dalam pembiyaan, peralatan, serta tenaga kerja, baik kualitas maupun kuantitas.

Jenis Penelitian

Berdasarkan hasil/alasan yang diperoleh :

•Basic Research (Penelitian Dasar), Mempunyai alasan intelektual, dalam rangka pengembangan ilmu pengetahuan;
•Applied Reseach (Penelitian Terapan), Mempunyai alasan praktis, keinginan untuk mengetahui; bertujuan agar dapat melakukan sesuatu yang lebih baik, efektif, efisien.
Berdasarkan bidang yang diteliti :
•Penelitian Sosial, secara khusus meneliti bidang sosial: ekonomi, pendidikan, hukum, dsb.
•Penelitian Eksakta, secara khusus meneliti bidang eksakta: Kimia, Fisika, Teknik, dsb.
Berdasarkan tempat penelitian
•Field Research (Penelitian Lapangan), langsung di lapangan;
•Library Research (Penelitian Kepustakaan), dilaksanakan dengan menggunakan literatur (kepustakaan) dari penelitian sebelumnya;
•Laboratory Research (Penelitian Laboratorium), dilaksanakan pada tempat tertentu / lab, biasanya bersifat eksperimen atau percobaan
Berdasarkan teknik yang digunakan
•Survey Research (Penelitian Survei), tidak melakukan perubahan (tidak ada perlakuan khusus) terhadap variabel yang diteliti.
•Experimen Research (Penelitian Percobaan), dilakukan perubahan (ada perlakuan khusus) terhadap variabel yang diteliti.
Berdasarkan keilmiahan
•Penelitian Ilmiah dan Penelitian Tidak Ilmiah
•Menggunakan kaidah-kaidah ilmiah (mengemukakan pokok-pokok pikiran, menyimpulkan dengan melalui prosedur yang sistematis dengan menggunakan pembuktian ilmiah/meyakinkan.
•Ada dua kriteria dalam menentukan kadar/tinggi-rendahnya mutu ilmiah suatu penelitian yaitu:
•Kemampuan memberikan pengertian yang jelas tentang masalah yang diteliti:
•Kemampuan untuk meramalkan: sampai dimana kesimpulan yang sama dapat dicapai apabila data yang sama ditemukan di tempat/waktu lain;

Ciri-ciri penelitian ilmiah adalah:

1Purposiveness, fokus tujuan yang jelas;
2Rigor, teliti, memiliki dasar teori dan disain metodologi yang baik;
3Testibility, prosedur pengujian hipotesis jelas
4Replicability, Pengujian dapat diulang untuk kasus yang sama atau yang sejenis;
5Objectivity, Berdasarkan fakta dari data aktual : tidak subjektif dan emosional;
6Generalizability, Semakin luas ruang lingkup penggunaan hasilnya semakin berguna;
7Precision, Mendekati realitas dan confidence peluang kejadian dari estimasi dapat dilihat;
8Parsimony, Kesederhanaan dalam pemaparan masalah dan metode penelitiannya.
Berdasarkan spesialisasi bidang (ilmu) garapannya
•Spesialisasi Bidang (ilmu) garapan :
–Bisnis (Akunting, Keuangan, Manajemen; Pemasaran);
–Komunikasi (Massa, Bisnis, Kehumasan/PR, Periklanan);
–Hukum (Perdata, Pidana, Tatanegara, Internasional);
–Pertanian (Agribisnis, Agronomi, Budi Daya Tanaman, Hama Tanaman);
–Teknik, Teknologi Informasi;
–Ekonomi (Mikro, Makro, Pembangunan);
–dll.
Berdasarkan dari hadirnya variabel (ubahan):
–variabel adalah hal yang menjadi objek penelitian, yang ditatap, yang menunjukkan variasi, baik kuantitatif maupun kualitatif.
–variabel : masa lalu, sekarang, akan datang.
–Penelitian yang dilakukan dengan menjelaskan / menggambarkan variabel masa lalu dan sekarang (sedang terjadi) adalah penelitian deskriptif ( to describe = membeberkan/menggambarkan). Penelitian dilakukan terhadap variabel masa yang akan datang adalah penelitian eksperimen.
Penelitian secara umum
•Penelitian Survei
–Untuk memperoleh fakta dari gejala yang ada;
–Mencari keterangan secara faktual dari suatu kelompok, daerah dsb.
–Melakukan evaluasi serta perbandingan terhadap hal yang telah dilakukan orang lain dalam menangani hal yang serupa;
–Dilakukan terhadap sejumlah individu / unit baik secara sensus maupun secara sampel;
–Hasilnya untuk pembuatan rencana dan pengambilan keputusan;
–Penelitian dapat berupa :
•Penelitian Exploratif (Penjajagan).
–Terbuka, mencari-cari, pengetahuan peneliti tentang masalah yang diteliti masih terbatas.
–Pertanyaan dalam studi penjajagan ini misalnya :
»Apakah yang paling mempengaruhi akses  informasi pada  infrastruktur jaringan publik di daerah kabupaten Bogor  dalam lima tahun terakhir ini?
»Menurut anda, bagaimana cara perawatan infrastruktur jaringan yang baik.
Penelitian Deskriptif.
–Mempelajari masalah dalam masyarakat, tata cara yang berlaku dalam masyarakat serta situasi-situasi, sikap, pandangan, proses yang sedang berlangsung, pengaruh dari suatu fenomena; pengukuran yang cermat tentang fenomena dalam masyarakat.
–Peneliti mengembangkan konsep, menghimpun fakta, tapi tidak menguji hipotesis.
•Penelitian Evaluasi.
–Mencari jawaban tentang pencapaian tujuan yang digariskan sebelumnya.
–Evaluasi di sini mencakup formatif (melihat dan meneliti pelaksanaan program), Sumatif (dilaksanakan pada akhir program untuk mengukur pencapaian tujuan).
•Penelitian Eksplanasi (Penjelasan).
–Menggunakan data yang sama, menjelaskan hubungan kausal antara variabel melalui pengujian hipotesis.
•Penelitian Prediksi.
–Meramalkan fenomena atau keadaan tertentu;
•Penelitian Pengembangan Sosial.
–Dikembangkan berdasarkan survei yang dilakukan secara berkala: Misal: Jumlah dan Persentase Penduduk Miskin di Kalbar tahun 2000
•Grounded Research
–mendasarkan diri pada fakta dan menggunakan analisis perbandingan;
–bertujuan mengadakan  generalisasi empiris, menetapkan konsep, membuktikan teori, mengembangkan teori;
–pengumpulan dan analisis data dalam waktu yang bersamaan.
–data merupakan sumber teori, teori berdasarkan data. Ciri-cirinya : Data merupakan sumber teori dan sumber hipotesis, Teori menerangkan data setelah data diurai.

Tujuan Penelitian

1.Tujuan Exploratif (Penemuan) : menemukan sesuatu yang baru dalam bidang tertentu
2.Tujuan Verifikatif (Pengujian): menguji kebenaran sesuatu dalam bidang yang telah ada
3.Tujuan Developmental (Pengembangan) : mengembangkan sesuatu dalam bidang yang telah ada;
4.{Penulisan Karya Ilmiah (Skripsi, Tesis, Disertasi)}
•Penelitian dikatakan baik bila :
–Purposiveness, Tujuan yang jelas;
–Exactitude, Dilakukan dengan hati-hati, cermat, teliti;
–Testability, Dapat diuji atau dikaji;
–Replicability, Dapat diulang oleh peneliti lain;
–Precision and Confidence, Memiliki ketepatan dan keyakinan jika dihubungkan dengan populasi atau sampel;
–Objectivity, Bersifat objektif;
–Generalization, Berlaku umum;
–Parsimony, Hemat, tidak berlebihan;
–Consistency, data/ungkapan yang digunakan harus selalu sama bagi kata/ungkapan yang memiliki arti sama;
–Coherency, Terdapat hubungan yang saling menjalin antara satu bagian dengan bagian lainnya.
Langkah Penelitian :
1. Menentukan Masalah
2. Studi Pendahuluan
3. Merumuskan masalah
4. Merumuskan anggapan dasar
5. memilih pendekatan
6. Menentukan variabel dan sumber data
7. Menentukan dan menyusun instrumen
8. Mengumpulkan data
9. Analisis data
10. Mengambil kesimpulan
11. Menysun laporan

Isu

Latar Belakang Isu dan Identifikasi Isu

Motivasi Penelitian

Tujuan Penelitian

Kontribusi Penelitian

Kaji Teori dan Pengembangan Hipotesis

Teori

Hasil-hasil Penelitian sebelumnya dan Pengembangan Hipotesis

Rancangan Penelitian

Data

Model Empiris

Hasil Penelitian

Hasil Pengujian dan Hipotesis

Penutup

Ringkasan

Simpulan

Diskusi

Keterbatasan-keterbatasan

Saran-saran

Lampiran-lampiran

Daftar Pustaka

Kutup Jenis Penelitian

Sains – Teknologi – Rekayasa

Berdasarkan : Teknologi Push dan Market Pull

Ciri Karya Ilmiah dengan metode ilmiah :

a)Berdasarkan fakta; bukan cerita atau imajinasi
b)Bebas prasangka; fakta tsb alasannya kuat & objektif bukan subjektif
c)Menggunakan prinsip analisa; penjelasan secara tajam, analitik bukan deskriptif
d)Menggunakan hipotesa; dugaan sementara u/ menghindari agar penelitian tidak bias
e)Menggunakan ukuran yg objektif; dgn pertimbangan logis bukan o/ perasaan penulis
f)Menggunakan teknis kuantitatif; data harus diukur dgn standar yg lazim dipakai (Kg, Cm)

Format Penulisan Ilmiah

•Halaman judul
•Abstrak
•Kata Pengantar
•Daftar Isi; diikuti daftar tabel, diagram, peta, dsb
•Bab Pendahuluan
–Latar Belakang Masalah dan Rumusan Masalah
–Review Literatur
–Kerangka Pikiran (dan Rumusan Hipotesis)
–Metodologi
•Sampling
•Sumber data beserta jenis-jenis data yang akan dikumpulkan/dilaporkan dalam tulisan ilmiah
•Alat-alat pengumpulan data yang dipergunakan
•Teknik Pengumpulan Data
•Teknik Analisa
•Bab-bab Isi
–Banyaknya bab-bab isi tergantung dari kebutuhan. Namun pada umumnya bab-bab isi harus mencakup:
•Bab-bab di mana data dan analisa data dilaporkan
•Bab yang berisi kesimpulan hasil analisis
•Bab yang membahas implikasi teoritis dan praktis daripada kesimpulan penelitian
•Bab Penutup
–Dalam bab ini dapat dikemukakan rekomendasi-rekomendasi operasional yang disarankan untuk menjawab/memecahkan masalah.
–Seringkali pada bagian ini juga dikemukakan beberapa keterbatasan atau kelembahan dari penelitian yang dilakukan, serta daftar masalah yang memerlukan penelitian atau pemikiran lebih lanjut.
•Bibiliografi
•Lampiran
Logika : Naturalis, Deduktif, Induktif, da Modern

Silogisme :

•Argumentasi yang terdiri dari 3 buah proposisi (statemen yang menolak atau membenarkan suatu perkara) :
–Premis mayor
–Premis minor
–Kesimpulan/Konklusi
•Dengan bantuan azas, aturan dan hukum-hukum yang berlaku pada logika matematik, diperoleh hukum penyimpulan terhadap masalah yang didasarkan kepada logika deduktif à Hukum Silogisme.
•Silogisme hipotetik

Jika a maka b, jika b maka a, dst ….merupakan pernyataan-pernyataan yang  diperoleh dari masalah

Jika :   a maka b

b maka c

c maka d

•Modus Ponendo Ponens

perbincangan yang menggunakan  …maka dengan … untuk kemudian melakukan pembenaran

a maka b   (benar)

a  (benar)

………..

b (benar)

•Modus Tollendo Tollens

perbincangan yang menggunakan:  ….maka dengan cara mengingkari kemudian melakukan penolakan.

a maka  b   (benar)

b   (benar)

Jadi   a   (benar)

dari a maka b diingkari benarnya b untuk menolak benarnya a. Cara ini adalah valid.

•Modus Ponendo Tollens

pengambilan kesimpulan yang menggunakan kata “atau eksklusif”

desjungtif àpenggunaan kata “atau”; mempunyai dua sifat:

a)  sifat inklusif

contoh:

dosen atau mahasiswa boleh meninjau buku.

Pernyataan itu mempunyai pengertian: dosen dan mahasiswa kedua-duanya boleh meninjau buku.

b)  sifat eksklusif

si Juara itu diberi hadiah uang atau rumah.

Pernyataan itu mempunyai arti: bila si Juara diberikan hadiah uang, ia tidak diberi hadiah rumah atau sebaliknya.

•Modus Tollendo Ponens

pengambilan kesimpulan yang menggunakan kata “atau” inklusif “maupun” atau ekslusif dengan cara mengingkari untuk kemudian melakukan pembenaran

Postulat :

•Kalau kita menyatakan: “Manusia adalah makhluk sosial” atau “Manusia itu dilahirkan dalam keadaan tidak berdaya”, kedua pernyataan tersebut kita sebut postulat.
•Pernyataan : “Manusia adalah makhluk sosial” dapat digunakan sebagai landasan pikiran yang pasti untuk mengembangkan teori-teori dalam penelitian ilmiah.
•Prof. Sutrisno Hadi, MA membedakan postulat atas:
•Postulat pokok tentang alam semesta:
1.Postulat jenis
2.Postlulat keajegan
3.Postulat sebab akibat
4.Postulat keterbatasan sebab akibat
5.Postulat variabilitas gejala
•Postulat pokok tentang kemampuan manusia:
1.postulat tentang reliabilitas pengamatan
2.Postulat tentang relibilitas ingatan

Postulat tentang reliabilitas pimikiran

Definisi:

•Suatu usaha untuk mengumpulkan, mencatat dan menganalisa sesuatu masalah.
•Suatu penyelidikan secara sistematis, atau dengan giat dan berdasarkan ilmu pengetahuan mengenai sifat-sifat dari kejadian atau keadaan-keadaan dengan maksud untuk menetapkan faktor-faktor pokok atau menemukan paham-paham baru dalam mengembangkan metode-metode baru.
•Penyelidikan dari suatu bidang ilmu pengetahuan yang dijalankan untuk memperoleh fakta-fakta atau prinsip-prinsip dengan sabar, hati-hati serta sistematis.
•Usaha untuk menemukan, mengembangkan dan menguji kebenaran suatu pengetahuan yang dilakukan dengan menggunakan metode-metode ilmiah.
•Pemikiran yang sistematis mengenai berbagai jenis masalah yang pemecahannya memerlukan pengumpulan dan penafsiran fakta-fakta.
•Dari kelima definisi di atas dapat disimpulkan sebagai berikut:
–Merupakan usaha untuk memperoleh fakta-fakta atau mengembangkan prinsip-prinsip (menemukan/mengembangkan/menguji kebenaran).
–Dengan cara/kegiatan mengumpulkan, mencatat dan menganalisa data (informasi/keterangan)
–Dikerjakan dengan sabar, hati-hati, sistematis dan berdasarkan ilmu pengetahuan dengan metode ilmiah.
Tugas-tugas Ilmu Pengetahuan dan Penelitian
•Menyandra (deskripsi)
–Menggambarkan secara jelas dan cermat, hal-hal yang dipersoalkan.
–contoh : terjadi kecelakaan di jalan Juanda.
•Menerangkan (Eksplanasi)
–Menerangkan secara detil kondisi-kondisi yang mendasari terjadinya peristiwa.
–contoh : kecelakaan itu disebabkan:
•Melibatkan dua buah bis yang sarat penumpang
•Keduanya sama-sama kencang
•Jalanan licin sehabis hujan.
•Menyusun teori
–Mencari dan merumuskan hukum-hukum, tata hubungan antara peristiwa yang satu dengan yang lain.
–contoh :
•bila kendaraan dijalankan kencang terlebih di jalan licin maka akan terjadi kecelakaan.
•Bila kecelakaan melibatkan kendaraan yang penuh penumpang, maka akan banyak korban.
•Ramalan (Prediksi)
–Membuat prediksi (ramalan), estimasi (taksiran) dan proyeksi mengenai peristiwa yang bakal muncul bila keadaan didiamkan.
–contoh :
•Bila didiamkan semakin banyak terjadi kecelakaan
•Tempat itu dianggap rawan (dikeramatkan)
•Pengendalian (Kontrol)
–Melakukan tindakan-tindakan guna mengatasi keadaan atau gejala yang bakal muncul
–contoh:
•Memasang rambu lalu lintas
•Membuat/memasang lampu penerangan
Pendekatan Ilmiah dan Non-Ilmiah
•Pendekatan Ilmiah
–Dituntut untuk dilakukan cara-cara atau langkah-langkah tertentu dengan tata urutan tertentu sehingga tercapai pengetahuan yang benar atau logis.
–Syarat mutlak untuk timbulnya ilmu.
•Untuk dapat berfikir ilmiah, lalui 3 tahap:
1.Skeptik = upaya untuk selalu menanyakan bukti atau fakta-fakta terhadap setiap pertanyaan.
2.Analitik = kegiatan untuk selalu menimbang-nimbang setiap permasalahan yang dihadapinya, mana yang relevan, mana yang menjadi masalah utama dan sbb.
3.Kritik = berupaya untuk mengembangkan kemampuan menimbangnya selalu objektif. Dituntut agar data dan pola pikirnya selalu logis.

Pendekatan ilmiah akan menghasilkan kesimpulan yang serupa bagi hampir setiap orang, karena pendekatan tersebut tidak diwarnai oleh keyakinan pribadi, bias, dan perasaan. Cara penyimpulannya bukan subjektif, melainkan objektif.

•Pendekatan non-Ilmiah
–Pendekatan non-ilmiah juga sering dilakukan manusia untuk mencari kebenaran
–Cara pendekatan ini:
•Akal sehat (Common sense)
–Serangkaian konsep dan bagan konsep untuk penggunaan secara praktis dalam memecahkan suatu masalah.
–Sering digunakan orang awam dalam mepersoalkan suatu hal. Walau akal sehat ini sering benar tetapi dapat pula menyesatkan.
–Prasangka
•Pengetahuan secara akal sehat diwarnai oleh kepentingan orang yang melakukannya. Hal ini menyebabkan akal sehat beralih menjadi prasangka.
•contoh
–Orang sering melihat hubungan antara dua hal sebagai hubungan sebab akibat yang langsung dan sederhana, padahal sesungguhnya gejala yang diamati itu merupakan akibat dari berbagai hal. Dengan akal sehat orang cendrung ke arah pembuatan generalisasi yang terlalu luas, yang lalu menjadi prasangka.
–Otoritas ilmiah dan kewibawaan
•Otoritas ilmiah : orang-orang yang biasanya berpendidikan tinggi dan dianggap mempunyai keahlian di bidang ilmu tertentu.
•Otoritas kewibawaan: orang-orang yang dipilih atau dianggap sebagai pemimpin masyarakat, sebab orang-orang ini mempunyai karisma.
•Pendapat dari orang atau lembaga ilmiah sering dipegang kebenarannya dianggap mutlak, tanpa dinalar/dikaji terlebih dahulu.
–Penemuan kebetulan dan coba-coba
•Tindakan untung-untungan, tetapi sering menghasilkan manfaat.
•Contoh:
–Perilaku penemunya pada Hukum Archimedes
–Hukum Newton
–Penemuan kina sebagai obat malaria.
•Penemuan coba-coba diperoleh tanpa kepastian akan diperolehnya suatu kondisi tertentu atau pemecahan masalah.
–Pendekatan intuitif (dorongan hati)
•Melalui proses yang cepat tanpa disadari atau terpikir lebih dahulu.
•Begitu terlintas dipikiran, langsung dilaksanakan, tanpa direnungkan terlebih dahulu manfaatnya.
•Sering disebut sebagai metode apriori.
Ciri-ciri Kegiatan Penelitian
•Dirancang dan diarahkan untuk memecahkan masalah à berupa jawaban masalah, atau menentukan hubungan antara variabel-variabel penelitian.
•Menekankan pada pengembangan generalisasi, prinsip-prinsip dan teori-teori.
•Berpangkal pada masalah/objek yang dapat diobservasi.
•Memerlukan observasi dan deskripsi yang mapan.
•Berkepentingan dengan penemuan baru.
•Prosedur kegiatan penelitian dirancang secara teliti dan rasional.
•Menuntut keahlian.
•Ditandai dengan usaha objektif dan logis
•Dilakukan secara cermat, teliti dan sabar, memerlukan kebenaran : sebab penelitian kadang kala berlawanan dengan norma tata aturan yang berlaku dalam suatu masyarakat dalam periode tertentu.
Kegiatan penelitian memiliki nilai-nilai
•Netralitas emosional
–Peneliti sadar dan bersikap tegas terhadap gejala-gejala yang dipelajari.
–Peneliti mengingat tujuan yang akan dicapai (bebas dari suka/tak suka, pro/kontra,pribadi/kelompok)
–Mengamati gejala sebagaimana adanya.
•Keterbukaan
–Proses, hasil, kesimpulan, dilaporkan secara terbuka.
•Ketegakan sendiri
–Ketegakan sendiri dari kesimpulan ilmiah tidak perlu bersembunyi di balik otoritas, kemasyhuran seseorang atau pendapat mayoritas
Guna Hasil Penelitian
•Dijadikan peta yang menggambarkan keadaan sesuatu objek yang sekaligus melukiskan tentang kemampuan sumberdaya, kemungkinan-kemungkinan yang ditemukan di dalam melaksanakan sesuatu.
•Dijadikan sarana diagnosis dalam mencari sebab musabab kegagalan, sehingga dapat dengan mudah dicari upaya untuk menanggulanginya.
•Dijadikan sarana menyusun kebijaksanaan atau policy dalam menyusun strategi pengembangan selanjutnya.
•Melukiskan tentang kemampuan dalam pembiyaan, peralatan, serta tenaga kerja, baik kualitas maupun kuantitas.

Jenis Penelitian

Berdasarkan hasil/alasan yang diperoleh :

•Basic Research (Penelitian Dasar), Mempunyai alasan intelektual, dalam rangka pengembangan ilmu pengetahuan;
•Applied Reseach (Penelitian Terapan), Mempunyai alasan praktis, keinginan untuk mengetahui; bertujuan agar dapat melakukan sesuatu yang lebih baik, efektif, efisien.
Berdasarkan bidang yang diteliti :
•Penelitian Sosial, secara khusus meneliti bidang sosial: ekonomi, pendidikan, hukum, dsb.
•Penelitian Eksakta, secara khusus meneliti bidang eksakta: Kimia, Fisika, Teknik, dsb.
Berdasarkan tempat penelitian
•Field Research (Penelitian Lapangan), langsung di lapangan;
•Library Research (Penelitian Kepustakaan), dilaksanakan dengan menggunakan literatur (kepustakaan) dari penelitian sebelumnya;
•Laboratory Research (Penelitian Laboratorium), dilaksanakan pada tempat tertentu / lab, biasanya bersifat eksperimen atau percobaan
Berdasarkan teknik yang digunakan
•Survey Research (Penelitian Survei), tidak melakukan perubahan (tidak ada perlakuan khusus) terhadap variabel yang diteliti.
•Experimen Research (Penelitian Percobaan), dilakukan perubahan (ada perlakuan khusus) terhadap variabel yang diteliti.
Berdasarkan keilmiahan
•Penelitian Ilmiah dan Penelitian Tidak Ilmiah
•Menggunakan kaidah-kaidah ilmiah (mengemukakan pokok-pokok pikiran, menyimpulkan dengan melalui prosedur yang sistematis dengan menggunakan pembuktian ilmiah/meyakinkan.
•Ada dua kriteria dalam menentukan kadar/tinggi-rendahnya mutu ilmiah suatu penelitian yaitu:
•Kemampuan memberikan pengertian yang jelas tentang masalah yang diteliti:
•Kemampuan untuk meramalkan: sampai dimana kesimpulan yang sama dapat dicapai apabila data yang sama ditemukan di tempat/waktu lain;

Ciri-ciri penelitian ilmiah adalah:

–Purposiveness, fokus tujuan yang jelas;
–Rigor, teliti, memiliki dasar teori dan disain metodologi yang baik;
–Testibility, prosedur pengujian hipotesis jelas
–Replicability, Pengujian dapat diulang untuk kasus yang sama atau yang sejenis;
–Objectivity, Berdasarkan fakta dari data aktual : tidak subjektif dan emosional;
–Generalizability, Semakin luas ruang lingkup penggunaan hasilnya semakin berguna;
–Precision, Mendekati realitas dan confidence peluang kejadian dari estimasi dapat dilihat;
–Parsimony, Kesederhanaan dalam pemaparan masalah dan metode penelitiannya.
Berdasarkan spesialisasi bidang (ilmu) garapannya
•Spesialisasi Bidang (ilmu) garapan :
–Bisnis (Akunting, Keuangan, Manajemen; Pemasaran);
–Komunikasi (Massa, Bisnis, Kehumasan/PR, Periklanan);
–Hukum (Perdata, Pidana, Tatanegara, Internasional);
–Pertanian (Agribisnis, Agronomi, Budi Daya Tanaman, Hama Tanaman);
–Teknik, Teknologi Informasi;
–Ekonomi (Mikro, Makro, Pembangunan);
–dll.
Berdasarkan dari hadirnya variabel (ubahan):
–variabel adalah hal yang menjadi objek penelitian, yang ditatap, yang menunjukkan variasi, baik kuantitatif maupun kualitatif.
–variabel : masa lalu, sekarang, akan datang.
–Penelitian yang dilakukan dengan menjelaskan / menggambarkan variabel masa lalu dan sekarang (sedang terjadi) adalah penelitian deskriptif ( to describe = membeberkan/menggambarkan). Penelitian dilakukan terhadap variabel masa yang akan datang adalah penelitian eksperimen.
Penelitian secara umum
•Penelitian Survei
–Untuk memperoleh fakta dari gejala yang ada;
–Mencari keterangan secara faktual dari suatu kelompok, daerah dsb.
–Melakukan evaluasi serta perbandingan terhadap hal yang telah dilakukan orang lain dalam menangani hal yang serupa;
–Dilakukan terhadap sejumlah individu / unit baik secara sensus maupun secara sampel;
–Hasilnya untuk pembuatan rencana dan pengambilan keputusan;
–Penelitian dapat berupa :
•Penelitian Exploratif (Penjajagan).
–Terbuka, mencari-cari, pengetahuan peneliti tentang masalah yang diteliti masih terbatas.
–Pertanyaan dalam studi penjajagan ini misalnya :
»Apakah yang paling mempengaruhi akses  informasi pada  infrastruktur jaringan publik di daerah kabupaten Bogor  dalam lima tahun terakhir ini?
»Menurut anda, bagaimana cara perawatan infrastruktur jaringan yang baik.
•Penelitian Deskriptif.
–Mempelajari masalah dalam masyarakat, tata cara yang berlaku dalam masyarakat serta situasi-situasi, sikap, pandangan, proses yang sedang berlangsung, pengaruh dari suatu fenomena; pengukuran yang cermat tentang fenomena dalam masyarakat.
–Peneliti mengembangkan konsep, menghimpun fakta, tapi tidak menguji hipotesis.
•Penelitian Evaluasi.
–Mencari jawaban tentang pencapaian tujuan yang digariskan sebelumnya.
–Evaluasi di sini mencakup formatif (melihat dan meneliti pelaksanaan program), Sumatif (dilaksanakan pada akhir program untuk mengukur pencapaian tujuan).
•Penelitian Eksplanasi (Penjelasan).
–Menggunakan data yang sama, menjelaskan hubungan kausal antara variabel melalui pengujian hipotesis.
•Penelitian Prediksi.
–Meramalkan fenomena atau keadaan tertentu;
•Penelitian Pengembangan Sosial.
–Dikembangkan berdasarkan survei yang dilakukan secara berkala: Misal: Jumlah dan Persentase Penduduk Miskin di Kalbar tahun 2000
•Grounded Research
–mendasarkan diri pada fakta dan menggunakan analisis perbandingan;
–bertujuan mengadakan  generalisasi empiris, menetapkan konsep, membuktikan teori, mengembangkan teori;
–pengumpulan dan analisis data dalam waktu yang bersamaan.
–data merupakan sumber teori, teori berdasarkan data. Ciri-cirinya : Data merupakan sumber teori dan sumber hipotesis, Teori menerangkan data setelah data diurai.

Tujuan Penelitian

1.Tujuan Exploratif (Penemuan) : menemukan sesuatu yang baru dalam bidang tertentu
2.Tujuan Verifikatif (Pengujian): menguji kebenaran sesuatu dalam bidang yang telah ada
3.Tujuan Developmental (Pengembangan) : mengembangkan sesuatu dalam bidang yang telah ada;
4.{Penulisan Karya Ilmiah (Skripsi, Tesis, Disertasi)}
•Penelitian dikatakan baik bila :
–Purposiveness, Tujuan yang jelas;
–Exactitude, Dilakukan dengan hati-hati, cermat, teliti;
–Testability, Dapat diuji atau dikaji;
–Replicability, Dapat diulang oleh peneliti lain;
–Precision and Confidence, Memiliki ketepatan dan keyakinan jika dihubungkan dengan populasi atau sampel;
–Objectivity, Bersifat objektif;
–Generalization, Berlaku umum;
–Parsimony, Hemat, tidak berlebihan;
–Consistency, data/ungkapan yang digunakan harus selalu sama bagi kata/ungkapan yang memiliki arti sama;
–Coherency, Terdapat hubungan yang saling menjalin antara satu bagian dengan bagian lainnya.
Langkah Penelitian :
1. Menentukan Masalah
2. Studi Pendahuluan
3. Merumuskan masalah
4. Merumuskan anggapan dasar
5. memilih pendekatan
6. Menentukan variabel dan sumber data
7. Menentukan dan menyusun instrumen
8. Mengumpulkan data
9. Analisis data
10. Mengambil kesimpulan
11. Menysun laporan

Isu

Latar Belakang Isu dan Identifikasi Isu

Motivasi Penelitian

Tujuan Penelitian

Kontribusi Penelitian

Kaji Teori dan Pengembangan Hipotesis

Teori

Hasil-hasil Penelitian sebelumnya dan Pengembangan Hipotesis

Rancangan Penelitian

Data

Model Empiris

Hasil Penelitian

Hasil Pengujian dan Hipotesis

Penutup

Ringkasan

Simpulan

Diskusi

Keterbatasan-keterbatasan

Saran-saran

Lampiran-lampiran

Daftar Pustaka

Kutup Jenis Penelitian

Sains – Teknologi – Rekayasa

Berdasarkan : Teknologi Push dan Market Pull

Ciri Karya Ilmiah dengan metode ilmiah :

a)Berdasarkan fakta; bukan cerita atau imajinasi
b)Bebas prasangka; fakta tsb alasannya kuat & objektif bukan subjektif
c)Menggunakan prinsip analisa; penjelasan secara tajam, analitik bukan deskriptif
d)Menggunakan hipotesa; dugaan sementara u/ menghindari agar penelitian tidak bias
e)Menggunakan ukuran yg objektif; dgn pertimbangan logis bukan o/ perasaan penulis
f)Menggunakan teknis kuantitatif; data harus diukur dgn standar yg lazim dipakai (Kg, Cm)

Format Penulisan Ilmiah

•Halaman judul
•Abstrak
•Kata Pengantar
•Daftar Isi; diikuti daftar tabel, diagram, peta, dsb
•Bab Pendahuluan
–Latar Belakang Masalah dan Rumusan Masalah
–Review Literatur
–Kerangka Pikiran (dan Rumusan Hipotesis)
–Metodologi
•Sampling
•Sumber data beserta jenis-jenis data yang akan dikumpulkan/dilaporkan dalam tulisan ilmiah
•Alat-alat pengumpulan data yang dipergunakan
•Teknik Pengumpulan Data
•Teknik Analisa
•Bab-bab Isi
–Banyaknya bab-bab isi tergantung dari kebutuhan. Namun pada umumnya bab-bab isi harus mencakup:
•Bab-bab di mana data dan analisa data dilaporkan
•Bab yang berisi kesimpulan hasil analisis
•Bab yang membahas implikasi teoritis dan praktis daripada kesimpulan penelitian
•Bab Penutup
–Dalam bab ini dapat dikemukakan rekomendasi-rekomendasi operasional yang disarankan untuk menjawab/memecahkan masalah.
–Seringkali pada bagian ini juga dikemukakan beberapa keterbatasan atau kelembahan dari penelitian yang dilakukan, serta daftar masalah yang memerlukan penelitian atau pemikiran lebih lanjut.
•Bibiliografi
•Lampiran
Logika : Naturalis, Deduktif, Induktif, da Modern

Silogisme :

•Argumentasi yang terdiri dari 3 buah proposisi (statemen yang menolak atau membenarkan suatu perkara) :
–Premis mayor
–Premis minor
–Kesimpulan/Konklusi
•Dengan bantuan azas, aturan dan hukum-hukum yang berlaku pada logika matematik, diperoleh hukum penyimpulan terhadap masalah yang didasarkan kepada logika deduktif à Hukum Silogisme.
•Silogisme hipotetik

Jika a maka b, jika b maka a, dst ….merupakan pernyataan-pernyataan yang  diperoleh dari masalah

Jika :   a maka b

b maka c

c maka d

•Modus Ponendo Ponens

perbincangan yang menggunakan  …maka dengan … untuk kemudian melakukan pembenaran

a maka b   (benar)

a  (benar)

………..

b (benar)

•Modus Tollendo Tollens

perbincangan yang menggunakan:  ….maka dengan cara mengingkari kemudian melakukan penolakan.

a maka  b   (benar)

b   (benar)

Jadi   a   (benar)

dari a maka b diingkari benarnya b untuk menolak benarnya a. Cara ini adalah valid.

•Modus Ponendo Tollens

pengambilan kesimpulan yang menggunakan kata “atau eksklusif”

desjungtif àpenggunaan kata “atau”; mempunyai dua sifat:

a)  sifat inklusif

contoh:

dosen atau mahasiswa boleh meninjau buku.

Pernyataan itu mempunyai pengertian: dosen dan mahasiswa kedua-duanya boleh meninjau buku.

b)  sifat eksklusif

si Juara itu diberi hadiah uang atau rumah.

Pernyataan itu mempunyai arti: bila si Juara diberikan hadiah uang, ia tidak diberi hadiah rumah atau sebaliknya.

•Modus Tollendo Ponens

pengambilan kesimpulan yang menggunakan kata “atau” inklusif “maupun” atau ekslusif dengan cara mengingkari untuk kemudian melakukan pembenaran

Postulat :

•Kalau kita menyatakan: “Manusia adalah makhluk sosial” atau “Manusia itu dilahirkan dalam keadaan tidak berdaya”, kedua pernyataan tersebut kita sebut postulat.
•Pernyataan : “Manusia adalah makhluk sosial” dapat digunakan sebagai landasan pikiran yang pasti untuk mengembangkan teori-teori dalam penelitian ilmiah.
•Prof. Sutrisno Hadi, MA membedakan postulat atas:
•Postulat pokok tentang alam semesta:
1.Postulat jenis
2.Postlulat keajegan
3.Postulat sebab akibat
4.Postulat keterbatasan sebab akibat
5.Postulat variabilitas gejala
•Postulat pokok tentang kemampuan manusia:
1.postulat tentang reliabilitas pengamatan
2.Postulat tentang relibilitas ingatan
3. Postulat tentang reliabilitas pimikiran
Postulat Pokok Tentang Alam Semesta –Postulat Jenis •Gejala yang ada di alam ini mempunyai kesamaan-kesamaan dan perbedaan-perbedaan. •Adanya perbedaan akan menentukan aneka ragam jenis dan kesamaan-kesamaan gejala akan mewujudkan rumpun sejenis. –air dan minyak berbeda tetapi sejenis –batu dan besi berbeda tetapi sejenis –hewan dan manusia juga berbeda tetapi sejenis ? »mestinya begitu, sebab manusia adalah “animal rasional”
•Postulat ini memiliki 3 fungsi: a.Meringkaskan gejala-gejala b.Memudahkan mencari jenis suatu gejala c.Memudahkan komunikasi baik oleh sesama ilmuwan maupun dengan masyarakat.
Postulat Keajegan •Gejala-gejala alam mempunyai kecendrungan untuk mempertahankan sifat-sifat hakikat dalam keadaan dan waktu tertentu. •Gejala-gejala alam maupun sosial memiliki sifat tidak mutlak, artinya berubah-ubah. Perubahan kemutlakan gejala-gejala alam relatif kecil dibanding gejala-gejala sosial.
–kalau air dipanaskan sampai derajat tertentu, mendidih, kemudian menguap, dan kalau uap air didinginkan sampai derajat tertentu mengembun, kemudian membeku; –kalau terjadi kontak antara manusia dengan manusia mungkin akan terjadi komunikasi dan interaksi kedua contoh menunjukkan adanya perubahan, entah cepat atau lambat.

–Postulat Sebab Akibat •Semua kejadian dalam alam semesta terikat pada hubungan antara sebab dan akibat. »Suatu benda jatuh, ini disebabkan oleh gravitasi bumi. »Kalau seseorang mengantuk, mungkin disebabkan oleh banyak makan, mungkin juga karena suatu penyakit, atau terlalu banyak begadang.

–Postulat Keterbatasan Sebab Akibat •Tidak semua sebab menimbulkan semua akibat. Ada keterbatasan. »Belum tentu semua yang mengantuk disebabkan oleh kurang istirahat, dan sebaliknya belum tentu semua orang yang kurang istirahat lalu menjadi ngantuk. •Sebab membatasi akibat dan bisa juga akibat membatasi sebab.

–Postulat Variabilitas Gejala Alam »Apabila dicampur 1 sendok pewarna merah dengan 1 liter air jernih,  akan terlihat variabel warna merah yang berbeda bila dicampur dengan 5 liter air jernih. »Akan terlihat variabel tingkah laku berbeda bila kita tersenyum kepada orang sakit ingatan dibanding kepada gadis cantik atau pemuda gagah. •Dalam kondisi-kondisi dan dengan persyaratan-persyaratan tertentu yang sempurna sering dapat ditimbulkan gejala yang sama untuk gejala alam, tetapi hal ini sangat sukar sekali diwujudkan dalam gejala-gejala sosial. Oleh karena itu postulat ini harus dipertimbangkan benar-benar apabila kita mengadakan eksperimen.

Postulat-postulat Tentang Kemampuan Manusia
–Postulat realibilitas pengamatan
Pengamatan peneliti dalam aktivitasnya tidaklah selamanya tetap dan bahkan mungkin suatu ketika salah dalam pengamatannya yang secara terus-menerus dan teliti terhadap suatu proses atau gejala di manapun ia mengadakan penelitian. Faktor-faktor penyebabnya: kelelahan, keinginan, harapan atau motivasi dari aktivitas itu.
–Ini mengisyaratkan apabila peneliti lelah, harapannya tidak terwujud, keinginannya tidak terpenuhi dan motivasinya rendah, besar sekali kemungkinannya akan salah pengamatannya. –Untuk mengurangi kesalahan perlu koreksi terhadap hasil pengamatannya dengan cara: 1.Pengamatan ulang 2.Menambah banyak kasus yang diamati 3.Membandingkan dengan hasil pengamatan orang lain. 4.Menggunakan ukuran-ukuran yang mantap, dan terpercaya dan memadai. 5.Menggunakan simbol-simbol 6.Berbuat objektif. ●

–Postulat reliabilitas ingatan •Karena keterbatasan daya ingat peneliti, berpengaruh terhadap cara mengungkapkan atau memproduksi kembali apa saja yang ia hayati •Pada umumnya orang mudah mengingat hal-hal atau peristiwa-peristiwa yang mengesankan: apa yang ia senangi, apa yang ia benci, apa yang ia kagumi, apa yang mencemaskan, dan lain-lain. •Untuk mengurangi kesalahan dan untuk memudahkan mengingat orang atau peneliti suka membuat “memory” misalnya: dokumen, simbol, folio rekaman dan lain-lain.

–Postulat reliabilitas pemikiran •Pemikiran peneliti kadang-kadang berubah-ubah terpengaruh oleh keadaan, tempat, dan waktu. Suatu ketika mengikuti logika, suatu ketika yang lain mengikuti perasaan (hati). •Yang benar itu logis tapi yang logis tidak selamanya selalu benar. •Kesalahan bisa terjadi karena tidak digunakan logika formal dalam orientasi berfikir.

Comments are closed.